Pada dasarnya, introspeksi atau istilah lain yang sering dipakai adalah refleksi diri. Kondisi ini memiliki banyak manfaat. Ketika melakukan introspeksi diri, maka seseorang akan melakukan perenungan dan mengevaluasi diri sendiri tentang kebiasaan, pikiran, perasaan, pengalaman diri sendiri, kemampuan, kelemahan, serta keputusan yang telah ia buat, baik secara sadar maupun tidak.
Cara ini merupakan langkah penting untuk pengembangan diri dan untuk memahami dengan lebih baik aspek-aspek yang tersembunyi dalam diri kita, khususnya dalam hubungan antara pasangan di dalam pernikahan.
Tujuan Introspeksi Diri
1. Memahami kelebihan dan kekurangan diri
Ketika melakukan refleksi diri, seseorang (khususnya pasangan) akan jujur terhadap dirinya. Dengan demikian, seseorang akan lebih memahami kelebihan dan kekurangan dirinya. Ketika seseorang mengetahui kekurangannya, ia tidak perlu menyalahkan dirinya, tetapi ia makin memahami dan mengerti batasan dan kemampuan dirinya. Karena ketika seseorang mengetahui kelebihan diri sendiri, maka ia paham, bagaimana mengembangkan kelebihan diri sendiri secara maksimal dan bermanfaat.
2. Mengenali pola kebiasaan yang sering dijalani
Seseorang pasti mempunyai kebiasaan yang sering dilakukan. Beberapa kebiasaan tersebut berguna bagi diri sendiri, tetapi ada juga beberapa yang merugikan diri sendiri.
Contoh kebiasaan yang menguntungkan diri sendiri misalnya: seseorang selalu mencatat apa-apa yang akan dilakukannya agar ia terhindar dari kebiasaan lupa. Sementara kebiasaan negatif, contohnya: seseorang yang terbiasa mengerjakan segala sesuatunya di menit-menit akhir, maka bisa saja terjadi orang tersebut menjadi stres, marah-marah, lupa, atau mungkin muncul ide-ide brilian, tetapi dalam pelaksanaannya selalu tidak maksimal.
3. Mendapatkan pelajaran berharga
Ketika seseorang melakukan introspeksi diri, pasti akan selalu menemukan pelajaran yang berharga. Ia akan menemukan sebuah perspektif atau pandangan baru. Hal-hal seperti inilah yang akan menumbuhkan sikap-sikap optimis terhadap masa depan.
4. Paham apa yang terbaik untuk diri sendiri
Ketika seseorang (pasangan) dapat melakukan introspeksi diri dengan baik, hal yang pasti akan didapat adalah bahwa ia akan paham apa yang terbaik untuk dirinya sendiri. Menjadi yang terbaik untuk diri sendiri tentu saja berbeda-beda, karena kriterianya tergantung pada kebutuhan masing-masing individu.
Setelah mengetahui manfaat introspeksi diri, selanjutnya adalah menerapkan cara berpikir yang baru dengan sikap yang optimis terhadap diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari.
Introspeksi diri selalu berhasil membuat perubahan bagi diri sendiri, yang pasti akan membantu Anda dan pasangan untuk mengurangi tekanan yang menimbulkan stres dan rasa cemas. Dengan introspeksi diri, Anda dan pasangan akan lebih bijaksana dan mengerti cara untuk mengendalikan kekurangan dan kelebihan yang dimiliki, dapat menjalani kehidupan yang bermanfaat dengan pikiran dan berperilaku positif, dengan demikian akan mempengaruhi suasana hati orang lain. Semoga introspeksi diri dalam menjalani kehidupan pernikahan, khususnya hubungan antar pasangan, akan berdampak baik bagi relasi antara keluarga dan lingkungan sosial di mana pun kita berada.
Cara Memulai Introspeksi Diri
Jika sulit untuk memulai introspeksi atau evaluasi diri maka ada beberapa cara yang dapat dicoba:
- Seseorang perlu menyadari kebiasaan baik dan buruknya, kemudian tulislah pertanyaan: ‘Mengapa saya sulit memaafkan orang lain?’, ‘Mengapa saya selalu merasa curiga lalu menuduh pasangan saya?’ dan berbagai kebiasaan negatif lainnya.
- Kemudian jawablah satu per satu pertanyaan tersebut dengan alasan mengapa kebiasaan itu terjadi.
- Kemudian, tulis kembali sebagai jawaban tentang apa yang harus dilakukan secara positif terhadap pertanyaan-pertanyaan yang Anda ajukan. Dan memang ini bukan hal yang mudah.
Jika Anda atau pasangan Anda sulit atau ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka perlu mencari bantuan untuk berkonsultasi dengan konselor yang tepat.
Dengan demikian, perubahan akan terjadi sebagai hasil introspeksi diri untuk lebih mengenal diri sendiri, agar menjadi pribadi yang lebih baik.
Akhirnya
“Rasa bersyukur yang menjadikan kita berbahagia.
Bukan berbahagia barulah kita berbahagia”